Pelantikan DPD Gradasi Jawa Timur Diawali FGD, Perkuat Kolaborasi Transformasi Digital dan Literasi Digital
Surabaya, 10 Desember 2025 – Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Digital Indonesia (Gradasi) Provinsi Jawa Timur masa bakti 2025–2030 diawali dengan Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema penguatan transformasi digital, literasi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Jayabaya, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/12/2025), menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kebijakan Publik, Purnomo Hadi, serta Calon Ketua DPD Gradasi Jawa Timur, Kusbeni Abdullah (Kang Ben). Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk menyamakan visi dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha, media, dan masyarakat.
Dalam paparannya, Sherlita Ratna Dewi Agustin menegaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu agenda strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, percepatan digitalisasi harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci membangun ekosistem digital yang sehat sekaligus memperkuat daya saing Jawa Timur di era ekonomi digital.
Sementara itu, Purnomo Hadi menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada perkembangan teknologi, tetapi juga pada kebijakan publik yang adaptif serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan komunitas menjadi fondasi penting dalam melahirkan inovasi dan pelayanan publik yang semakin efektif di era digital.
Usai FGD, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan dan pengukuhan Pengurus DPD Gradasi Jawa Timur periode 2025–2030. Ketua DPD Gradasi Jawa Timur yang baru dilantik, Kusbeni Abdullah, yang akrab disapa Kang Ben, menegaskan bahwa literasi digital harus menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh Jawa Timur.
Menurutnya, literasi digital saat ini tidak lagi sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi mencakup kemampuan menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, menciptakan, hingga mengomunikasikan informasi secara efektif, bertanggung jawab, dan beretika.
“Literasi digital bukan hanya soal teknologi. Ini tentang kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan data, menjunjung etika di ruang digital, serta mampu berpartisipasi secara produktif dan aman di dunia maya,” ujar Kang Ben.
Ia menilai perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat membawa manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Namun, tanpa dibarengi kemampuan literasi digital yang memadai, perkembangan tersebut juga berpotensi memunculkan berbagai persoalan, mulai dari penyebaran hoaks, kejahatan siber, hingga penyalahgunaan teknologi.

Karena itu, menurut Kang Ben, Gradasi Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Digitalisasi telah masuk ke hampir seluruh aspek kehidupan, mulai pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Tugas Gradasi adalah memastikan masyarakat memiliki kecakapan digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.”
Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di kota-kota besar.
“Transformasi digital harus menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur. Dari Banyuwangi hingga Madiun, dari Bromo hingga Madura, seluruh masyarakat harus memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan kompetensi digitalnya. Gradasi Jawa Timur harus menjadi pelopor perubahan dan penguatan SDM di semua sektor.”
Kang Ben mengungkapkan bahwa kepengurusan DPD Gradasi Jawa Timur periode 2025–2030 dihuni oleh berbagai unsur profesi, mulai dari pelaku UMKM, akademisi, praktisi pendidikan, advokat, jurnalis, hingga pegiat organisasi dan lembaga publik.
“Keberagaman adalah kekuatan. Kita ibarat pelangi yang indah karena memiliki banyak warna. Perbedaan latar belakang justru menjadi modal untuk melahirkan inovasi dan memperluas manfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan masa bakti 2025–2030 sebagai momentum membangun kolaborasi yang lebih luas dan menghadirkan perubahan nyata.
“Di Jawa Timur, kita tidak hanya siap menjadi masyarakat digital, tetapi juga siap mengukir masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan sumber daya manusia.”
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gradasi, Upi Asmaradhana, mengatakan Gradasi terus berkembang sebagai organisasi nasional yang kini telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi dengan sekitar 135 pengurus di tingkat pusat.
Menurut Upi, transformasi digital merupakan kebutuhan bangsa yang harus didukung oleh organisasi yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bangsa. Gradasi hadir untuk memastikan masyarakat Indonesia mampu mengikuti perkembangan teknologi secara aman, produktif, dan berdaya saing.”
Melalui kepengurusan baru periode 2025–2030, DPD Gradasi Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi digital, pengembangan talenta digital, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta advokasi transformasi digital yang inklusif guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.